Just My Imagination

Posted: Oktober 19, 2011 in Uncategorized

My Sassy Girl Park Hyun Ae(New Version//Part 1)

Author : St Saudah
Cast : Park Hyun Ae(Readers), Cho Kyuhyun, Lee Donghae
Genre : Comedy Romantic.
Rating : Bimbingan Orang Tua..^^
==================================
Saat mulutmu berkata kau membenciku, aku sama sekali tidak melihatnya !
==================================
~Hyun Ae POV~

Pagi kembali datang. Semilir-semilir embun terasa dingin dan membuat bulu kudukku cepat bergidik, kicauan burung-burung kecil terdengar nakal di telingaku, dan aku yang masih setia bersembunyi di balik selimut. Sungguh sangat enggan keluar dan membuka mata, walaupun aku sudah sadar dari tidurku. Kurasakan cahaya matahari yang mulai masuk melalui sela-sela mataku yang masih tertutup. Aku makin malas membuka mata karena takut cahaya itu membuat mataku yang masih berat oleh kantuk ini menjadi silau.
“Hoaaammmhhhhhhh…”
Ku tarik selimut lebih rapat, rasanya udara pagi yang dingin membuat kulitku mengering dan tubuhku semakin menggigil.
“Hyun ahhhhhh…..!!!Bangunnnnnnn…!!!”Teriak eomma dari luar.
“Aishhhhhhhhhhhhh…”Ringisku gusar dan makin enggan membuka mata, ku ambil bantal untuk menutupi telingaku.
Aku menghela nafas saat ku rasakan ada seseorang yang membuka pintu kamarku, itu pasti eomma?
Aku yakin setelah ini dia akan membuatku lebih frustasi. Makin ku eratkan selimutku karena rasa kantuk masih melandaku.
“Kya ya ya!!Hyun ahh!!Ayo bangun ini sudah jam berapa..?Hari ini hari pertama kau masuk kuliah kan..?”Tanya eomma sambil memukul-mukul badanku yang masih terbungkus selimut.
“Eommaaaa..”Jeritku tak rela.
“Kya!!Kau mau tidur sampai kapan..?Ayo bangun..!!Bangun!Bangun!”Tambah eomma membuka paksa selimutku, dan menarik tubuhku yang masih semrawutan tanpa membuka mata sedikitpun. Aku masih terduduk di kasur, ku intip eomma yang sudah melotot di depanku, aku kembali merebahkan badanku tanpa menghiraukan pandangan menakutkan dari eomma.
“Hyun ahhhhh!!!!Dasar anak tengill!!!”Eomma mulai memukul-mukul badanku kembali, dari pukulannya aku bisa merasakan kalau dia makin geram dengan tingkahku.
“Aissshhhh…Arasso eomma!!”Sahutku kemudian bangkit terpaksa. Aku memandang eomma dengan pandangan tak rela.
“Cepat mandi!!”Perintahnya sangar kemudian berlalu keluar kamar.
“Arasso..”Jawabku sedikit tak semangat. Ku remas-remas selimut yang masih menutupi kedua kakiku.
lima menit aku masih terdiam di tempat tidurku, ku kumpulkan seluruh energi untuk membuatku semangat, entah kenapa hari ini aku merasa malas sekali kuliah.
(Tiitttt—tittttttt–)
Tiba-tiba lamunanku buyar karena suara klakson mobil dari arah luar rumahku.
“Aisshhhhh…itu pasti si cowok belagu itu..”Tebakku sinis memandang ke arah jendela.
Aku beranjak dari tempat tidurku dan mengintip lewat jendela kamar. Memang benar!Tebakanku tak salah..suara klakson yang begitu pekik itu berasal dari suara klakson mobil si cowok tengil yang sudah sejak aku lahir menjadi tetanggaku. Dia lah tetangga yang paling membuatku menderita. Tetangga belagu, sok ganteng, sok tahu, sok segala-galanya deh. Dia adalah Cho Kyuhyun!Putra bungsu dari keluarga Cho yang terkenal kaya raya itu. Satu hal yang selalu membuat aku heran, entah sejak kapan aku dan si cowok tengil itu selalu bermusuhan dan tak pernah akur, aku muak sekali setiap kali bertemu dengannya, lebih menyedihkan karena dia tetangga yang rumahnya berada persis di depan rumahku.
“Huhh!!Dasar belagu..”Gerutuku sinis sambil memandang si cowok tengil yang baru saja keluar dari mobil sport nya itu. Kenyataan kalau kami tetangga memang benar!Terlebih lagi kalau kami adalah tetangga yang berbeda status sosial itu juga benar! Bisa di lihat dari rumah tinggal kami yang sangat jauh berbeda..kalau di bandingkan rumah si cowok tengil belagu itu, rumah yang aku tinggali memang tidak ada apa-apanya, mungkin bisa di bilang rumahku hanya sebesar kamar mandi di rumahnya.
“Arrgghh..kenapa sih mesti dia yang jadi tetanggaku?”
Ku sibak kasar gorden di depan wajahku. Ku palingkan badanku masih dengan rasa kesal, aku makin kesal kalau harus menerima kenyataan si Cho Kyuhyun jelek itu bukan hanya tetanggaku, dia bahkan adalah teman satu kampusku, aku jadi teringat kembali masa-masa kecilku yang suram bersama lelaki tengil itu..
Dia benar-benar membuatku muak!

~~Flashback~~
(3 tahun silam, MOS SMA Geonsan)

“Kya!!Kau?Ngapain sekolah di sini juga?”Teriak Kyuhyun sambil memandangku tak rela.
“Kya ya ya!!Aku mau sekolah di manapun itu tidak ada urusannya denganmu!Kau urus saja dirimu sendiri”Jawabku lantang.
“Hah?Kau sok sekali..orang miskin akut sepertimu punya mimpi sekolah di sini, bank mana yang sudah kau rampok? ”Tuduh Kyu membuatku makin panas. Rasanya ku ingin sekali mencakar-cakar mulutnya dan membuangnya ke lobang buaya. Mulutnya itu pedas sekali, akan lebih baik kalau Cho Kyuhyun tidak memiliki mulut. Pasti jauh lebih tampan dari artis manapun(?).
Aku menghampiri nya kasar dan mengepalkan tanganku di depan hidungnya, aku tidak memukulnya tapi malah menendang kasar kakinya.
“KYA!”
“Awww!!!”
“Kya!!Cwe rese!!!”Sahutnya geram sambil mengelus-elus kakinya.
“Bicara apa kau tadi?Kau sama sekali tak ada hak untuk mengusik bahkan menghina kehidupanku!”
“Kya!!!Kalian berdua!!!Apa-apaan kalian..???”Sela salah seorang yeoja senior menghampiri kami berdua yang sedari tadi tidak menghiraukan keadaan sekitar kami yang sedang mengikuti kegiatan MOS di hari pertama menjadi siswa SMA ini.
Kami berdua sama-sama kaget dan memandang kaku ke arah yeoja senior yang sudah berada di hadapan kami itu.
“Kya!!!Siapa yang suruh kalian ribut di sini..??”Tanya yeoja senior sangar sambil mengeluarkan muka tersangarnya.
“Ini eon!Lelaki belagu ini yang duluan..!”Tuduhku sambil menunjuk ke arah Kyuhyun.
“Mwo?Bukan noona, yeoja kurcaci ini yang duluan!”Tuduhnya balik dan dengan mudahnya mendorong bahuku dari hadapannya.
“KYA!!Jangan menyentuhku..NAJIS!..cuihhhh!!”Sahutku sambil menyibak-nyibak bahuku yang bahu saja di sentuh olehnya.
“Aiissshhh…”Ucap Kyuhyun makin sinis memandangku.
“Dasar kau menyebalkan!!!Cwo belagu!!!”
“Mwo???!!!Cwe kurcaci aza sombong!!”
“Cwe kurcaci..cwe kurcaci..AKU BUKAN KURCACI!!!”Protesku tak terima.
“Apanya yang bukan?Lihat badanmu itu, kurcaci saja jauh lebih tinggi darimu!”Balas Kyuhyun lebay.
“Kya!!!!Kalian berdua!!!LARI 5 KALI KELILING LAPANGAN!!!”
“MWO???”Sahut aku dan Kyuhyun berbarengan kemudian saling melempar pandangan sinis.
“Tapi kan dia yang salah eonni…”Tuduhku tak rela.
“Enak saja!!..kau yang salah!”Balas Kyuhyun tak terima.
“KAU!”
“KAU!!”
“KAU!!!”
“KYA!!!!!!!!!!KALIANNNNN….”
Senior itu geram dengan tingkah kami dan dalam sekejap menambah hukuman kami menjadi 10 kali keliling lapangan, walaupun di antara aku dan Kyuhyun tidak ada yang mau mengalah duluan, hukuman itu kami terima juga. Sambil lari keliling lapangan kami berdua masih saja sempat memandang sinis satu sama lain. Sejak itu kami berdua juga jadi terkenal seantero sekolah itu..semua orang jadi tau kalau kami adalah musuh bebuyutan yang tidak pernah bisa akur. Hal yang paling membuat aku benci..gara-gara di hukum 10 kali keliling lapangan aku sampai sakit dan tidak masuk sekolah selama 2 hari.

~~Flashback end~~

“Aishhhhh…sekarang aku harus menerima kenyataan..makhluk belagu itu satu kampus denganku..”Gumamku sambil mengacak-acak kasar rambutku sendiri.
“Hyun ahhhhh!!!!SEDANG APA KAU????..”Teriak eomma membuyarkan lamunanku lagi dari arah pintu.
“Ne eomma..arasso!”Sahutku langsung kabur ke kamar mandi.
***
Ku kayuh sepedaku pelan saat memasuki kawasan kampus elit ini. Ya!Universitas Yeonsan adalah Universitas yang terbilang elit di kota SEOUL, sebenarnya aku beruntung bisa punya kesempatan menimba ilmu di kampus terkenal seperti ini. Ini semua berkat beasiswa yang ku terima karena sejak SMA aku adalah siswa yang jenius. Guru-guruku semasa SMA merekomendasikan aku agar bisa masuk ke Universitas ini. Mereka bilang siswa berIQ tinggi sepertiku harus di kembangkan dan sayang kalau punah hanya karena masalah ekonomi.
Kakiku berhenti mengayuh sepeda saat aku sudah berada tepat di depan kampus elit itu. mulutku sedikit menganga, angin yang begitu sejuk juga menghampiriku. Membuatku semakin takjub dengan pemandangan di depan mata. Benar-benar kampus yang luar biasa. Aku berdecak kagum di tempat.
“Waaahhhhh…Kampusnya bagus banget…”
(Tittttttt—tittttttttt)
Aku terperanjat kaget karena suara klakson mobil yang memekik nyaring di telingaku. Ku balikkan badanku. Ku tatap sinis ke arah mobil itu. melihatnya aku jadi makin frustasi, pemilik mobil itu pasti si Cho Kyuhyun belagu. Siapa lagi?
Perlahan-lahan dia melewati aku, dengan gaya sok ganteng dia melepas kacamatanya, senyum liciknya mengembang saat memperhatikan aku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dia benar-benar membuatku risih. Kenapa makhluk seperti ini di biarkan hidup?
“KYA!Ini sudah tahun berapa?Mana ada orang kuliah pakai sepeda butut kayak gitu!”Ujarnya sambil tersenyum menghinaku.
Aku hanya diam sambil menyipitkan pandanganku, meladeninya sekarang?
Huhh!Aku benar-benar tak ada mood bicara dengannya.
Slisshhhhh…
Cho kyuhyun jelek itu menginjak pedal gasnya kilat, dan membuat genangan air yang berada di depan mobilnya terciprat ke arahku, dia tertawa evil sambil melirik singkat ke arahku .
“KYAAAA!!!!”
Amarahku sia-sia. Dia sudah berlalu dengan mobil sport kebanggaannya itu.
Ku sibak baju dan celanaku yang kotor akibat ulah lelaki belagu itu.
“Aissh…Ya Tuhannn!!Kenapa kau menciptakan makhluk sejelek itu..?”
“Yeogi..!”Tubuhku sedikit menegang. Tiba-tiba saja ada seorang namja yang mengagetkanku dari samping, aku memandangnya kaku sekaligus bingung, dia menyodorkan sebuah saputangan kecil ke arahku, aku meraih pelan dari tangannya sambil terus mamandanginya dengan heran, dia menatapku tanpa ekspresi kemudian berlalu meninggalkan aku.
“Kya..saputanganmu..!”Teriakku bingung.
Dia tidak menghiraukan teriakanku sedikitpun. Aku terus memandangnya sampai dia benar-benar hilang dari hadapanku.
Ku sapukan saputangan namja misterius itu ke baju dan celanaku. Setelah selesai aku kembali meraih sepedaku dan mengayuhnya ke arah parkiran.
Mataku berputar melihat keadaan sekeliling. Keningku mengerut pertanda bingung. Yang benar saja!Di depanku sekarang tak ada satupun kendaraan yang sejenis denganku. Ku pandangi sepedaku yang memang terlihat butut itu. Hahhh..sepertinya orang miskin sepertiku sulit mendapatkan tempat di kawasan seperti ini.
“Heh yeoja kurcaci!Waeyo?Sudah sadar ya kalau kau tak punya tempat di sini?”
Sejenak aku memandang namja jelek itu, aku menahan emosi saat melihatnya. Padahal jauh di dalam lubuk hatiku aku ingin sekali menendang mukanya jauh-jauh dari hadapanku.
“KYA!Aku bicara denganmu!!”Ujarnya cerewet.
Aku tetap diam tidak menghiraukannya. Aku hanya terus memutar pandangan, berusaha mencari tempat yang sesuai untuk memarkirkan sepedaku.
“Kya ya ya!!Kau tuli ya???”Namja jelek itu menjerit frustasi.
“APA SIH MAU MU???”Teriakku tak tahan mendengar ocehannya. Dia tersenyum puas karena aku sudah terpancing.
“Kya?Kurcaci belagu!Kalau kau mau mencari tempat yang cocok untuk benda bersejarah ini..di sana tuh!”Ujarnya sambil menunjuk ke arah pos satpam belakang kampus.
“KYA!!!”
“Kya!!Kenapa kau senang sekali menendang kakiku..?”Protesnya sambil mengelus pelan kakinya. Aku tersenyum puas.
“Kau memang pantas mendapatkan itu!Satu lagi, dari pada kau membuang waktumu menganggu kehidupanku, lebih baik kau urus saja kehidupanmu yang sempurna itu..”Sahutku kemudian pergi meninggalkannya. Kyuhyun masih meringis dan menatapku kesal.
Ku langkahkan kakiku ke tempat yang seharusnya. Sebenarnya aku agak bingung kenapa kakiku malah melangkah ke arah yang di tunjuk namja jelek itu?
***
Kenyataan makin pahit ku terima. Bukan hanya satu kampus, aku juga satu kelas dengan namja jelek itu. yang membuatku semakin muak melihatnya. Dalam sekejap keberadaannya di sini sudah menjadi pembicaraan hangat di kalangan yeoja-yeoja genit.
“Apaan coba?Apa bagusnya sih si jelek itu?”Gerutuku pelan.
Kyuhyun melirik ke arahku. Aku menegang. Dia tidak mendengar kata-kataku kan?
Dia tersenyum bangga ke arahku, seolah-olah mau menunjukkan kalau dia benar-benar hebat. OKE!Dia memang hebat di mata yeoja-yeoja itu. tapi tidak di mataku. Para pemujanya itu pasti sedang sakit mata. Namja jelek dan sombong seperti itu di kagumi. Hah?Apa karena dia anak konglomerat?
Aiish! Sungguh yeoja-yeoja berotak cetek!
“Annyeonggg…”Sapa seorang yeoja manis menghampiriku.
Aku menoleh ke arahnya dan balas tersenyum.”Annyeong..”
Yeoja itu terus tersenyum kemudian duduk di bangku depanku.”Kita teman satu kelas…perkenalkan Song Qian imnida”
“Hyun Ae imnida…”Balasku memperkenalkan diri.
“Kau dari China..?”Tanyaku setelah sadar jenis namanya.
“Ne…dua bulan yang lalu aku pindah ke Korea dan tinggal bersama Appa, sedangkan Eomma masih menetap di China bersama adik-adikku..”Jawabnya menjelaskan. Aku heran menatapnya. Yeoja ini banyak bicara?Kapan aku bertanya dia tinggal dengan siapa?
“Ah ne..kau bisa panggil aku Qian..itu cukup!”Lanjutnya lagi.
Aku tersenyum datar ke arahnya. Sekejap kemudian pandanganku kembali tertuju kepada si namja jelek itu, entah kenapa makin lama aku makin muak melihat tingkahnya yang sok kecakepan itu.
“Dasar Playboy cap kura-kura!!!..”
Song Qian bingung menatapku.
“Kau bicara tentang siapa?Namja itu?”Tanyanya bingung sambil menunjuk ke arah Kyuhyun.
“Anni!Bukan apa-apa..”Jawabku berbohong.
“Kau mengenalnya?”Tanyanya lagi. dia menatapku tak puas.
“Udahlah..kita gak usah bahas tentang dia..”Jawabku mulai risih.
“Waeyo?Kau tak suka dia?Dia namja yang tampan..”
Qian tersenyum meperhatikan Kyuhyun. Aku mendengus kesal. Aku jadi malas menjelaskan siapa Kyuhyun itu sebenarnya?
“Mungkin dia memang tampan, tapi aku tak suka!.”Jawabku datar.
“Jinjjayo..??”Sahut Qian setengah percaya. Dia makin bingung menatapku.
“Annyeonghaseyoo…”
Pembicaraan kami terpotong. Seorang namja berumur dan berkacamata tebal memasuki ruangan. Dalam sekejap yeoja-yeoja yang tadinya bergerombol mengelilingi namja jelek itu berhamburan kembali ke tempat duduk masing-masing.
“Annyeonghaseyo seonsangnim..”Ujarku dan mahasiswa lain berbarengan.
Kami memulai pelajaran hari pertama kami dengan hening dan tanpa hambatan, aku juga merasa sedikit lega karena aku pikir saat aku masuk universitas ini aku tidak akan mempunyai seorang teman karena status sosialku, tapi ternyata berbeda karena sekarang aku punya Song Qian yang begitu baik denganku.
***
“Lo bawa makanan sendiri..?”Tanya Qian sambil memperhatikan kotak makananku.
“Nde..”
“Wahhh…kelihatannya enak..”
Qian terus memandangi Sushi buatan eomma. Aku tersenyum melihat air liurnya hampir menetes.
“Kau mau..?”Tawarku lembut.
“Mau..mau..”Sahutnya semangat.
“Yeogi..”
Ku sodorkan kotak makananku ke arah Qian, dia menyambut beberapa sushi dariku dengan semangat. Tanpa pikir panjang dia langusng melahapnya.
“Gomawo..”
“Ne..cheonmaneyo..”
Aku dan Qian menikmati makanan kami di sela-sela menunggu mata kuliah berikutnya. Tiba-tiba pandanganku tertuju kepada seorang namja yang baru saja masuk ke arah kantin, tubuhku sedikit menegang. Aku memperhatikannya. Belum apa-apa yeoja-yeoja centil itu kembali beraksi dengan bergaya sok cantik di depan namja yang terlihat cuek itu, aku menatap dalam namja itu dan mulai berpikir sesuatu. Aha!Aku ingat!Ku raih tasku dan ambil sehelai saputangan dari sana.
“Mau kemana..?”Tanya Qian bingung menatapku yang begitu tergesa-gesa.
“Aku mau ke sana sebentar..”Jawabku kilat kemudian memberanikan diri mendekati namja yang sedang memesan minuman di kantin itu.
“Annyyeongg…”Sapaku lembut.
Dia menoleh ke arahku, dan tersenyum padanya.
“Kau masih ingat aku?Tadi pagi kau memberiku ini!”Ujarku sambil menunjukkan saputangan miliknya. Aku terus menatapnya penuh harap, berharap agar dia masih mengingatku.
Dia melirik saputangan itu, kemudian menatapku tanpa ekspresi.
“Aku mau mengembalikan ini..”Ujarku lagi.
“Tidak perlu..kau simpan saja untukmu!”Sahutnya pelan kemudian beranjak lagi meninggalkan aku.
Aissh, dia kenapa dingin sekali?Jangan-jangan dia sudah salah paham dengan niatku. Aku tersu memperhatikan dia sampai dia hilang lagi dari pandanganku.
“KYA KAU?”
Aku membbalikkan tubuhku melihat ke arah seorang yeoja yang terlihat geram menghampiriku. Aku menatapnya bingung sampai dia dan tiga orang pengikutnya sampai di hadapanku.
Mereka menatapku sangar seakan mau memakanku.
“Waeyo??”Tanyaku pelan.
“Hey!Kau tidak perlu sok cantik ya..sok-sok an ngedeketin Donghae oppa!Kau?Sama sekali bukan tipenya!!!”Tuduhnya sambil menunjuk-nunjuk mukaku. Dahiku mengerut menatapnya, tentu saja aku bingung. Yeoja ini bicara apa?
“Tau nih!Miskin aja belagu!”Tambah seorang yeoja lagi. Dia menelidik penampilanku, dan berdecak remeh sesaat kemudian. Aku risih melihatnya. Mereka semakin mengerikan memandangiku.
“Donghae?Siapa Donghae?Aku gak ngerti maksud kalian!”
“KYA YA YA!Gak usah belaga bego ya?Kalau kau tidak mengenalnya kenapa kau sok-sok nyamperin dia?”Yeoja di depanku ini terlihat kesal sekali. Aku mulai mencerna kata-katanya dan mulai paham sesuatu.
“Ohh namanya Donghae?Aku tidak ada niat apapun, aku hanya ingin mengembalikan ini padanya!”
“Apa itu..?”
Dia berusaha mengambil saputangan yang masih berada di genggamanku, tapi aku buru-buru menjauhkan dari jangkauannya. Dia langusng murka.
“KYA KAU..KAU BERANI MELAWANKU?”Protesnya berteriak. Aku menutup kupingku dan mendelik kesal ke arahnya.
“Apa sih?Aku sama sekali tidak mengerti maksud kalian?”
“Hah?SUMPAH!Yeoja babo seperti bisa kuliah di sini, kau tidak mengenalnya?”Seorang yeoja pengikut ikut berkomentar sambil menunjuk yeoja di depanku. Dia yang paling sangar menatapku.
“KYA!Dia ini KIM HYE JIN!Yeojachingu DONGHAE OPPA, inget YA!YEOJACHINGU!!”Satu yeoja lagi menjelaskan siapa yeoja di hadapanku ini. Dia mempertegas nada suaranya agar aku memahami maksudnya.
Aku makin tenggelam dalam kebingungan sendiri. Beberapa puluh pasang bola mata ikut fokus memperhatikan kami. Tapi tak satupun di antara mereka yang datang membantuku.
“Cepat serahkan saputangan itu!!”Pinta yeoja yang bernama Hye Jin itu.
“Anni!!Ini bukan punyamu!”Tolakku santai kemudian membalikkan tubuhku bermaksud meninggalkan mereka. Yang benar saja!Lama-lama meladeni mereka, otakku bisa terkena gangguan.
“KYA!Mau ke mana kau?”Cegat Hye Jin kemudian mencengkram lenganku.
Aku benar-benar risish sekarang. Mereka ini sudah membuat emosiku memuncak seketika.
“Mau kalian apa sih?Aku sama sekali tidak mengerti?Kalau kalian mau saputangan ini..aku tidak akan memberikannya karena ini bukan milik kalian!”Jelasku mulai muak.
“Kasih gak?”Paksanya sambil berusaha meraih saputangan yang ku sembunyikan di balik punggungku itu.
“Andwaee!!!”
Semakin lama mencoba semakin sulit, amarah mereka seketika juga memuncak. Mereka mulai berpencar dan memegangi tubuhku secara paksa. Tidak hanya itu, mereka mencoba menarik saputangan itu dari genggamanku. Walaupun berat dan agak sakit entah kenapa aku tertarik untuk mempertahankan saputangan itu sekuat tenagaku. Yeoja-yeoja ini mulai membuat seluruh badanku nyeri. Mereka mencengkram tubuhku begitu kuat.
“KYA!LEPASKAN AKU!”
“JANGAN HARAP!SERAHKAN DULU SAPUTANGAN ITU!”
Semua mahasiswa yang ada di kantin itu mulai menegang melihat ke arah kami, tapi tetap saja tak ada satupun dari mereka yang berani menolongku. Sepertinya Hye Jin Cs yang belagu ini sudah terkenal beringas di kampus ini, karena tidak sedikit dari mereka yang menatap kasian terhadapku.
“EONNIII LEPASKANDIA!!!!”
Tubuhku dan tubuh empat orang yeoja itu sama-sama terjengkal berlawanan arah saat Qian berani menarikku secara paksa. Aku menatap Qian?Tenaganya kuat juga?
“KYA APA LAGI INI?KAU MAU MELAWAN KAMI JUGA?”Serang Hye Jin memaki Qian. Dia mendorong-dorong kepala Qian dengan mudahnya.
“KYA!!!”Jeritku sambil menepis kasar tangannya dari hadapan Qian. Aku benar-benar tidak suka caranya memperlakukan Qian. Matanya berapi-api menatapku. Tangannya mengepal keras, begitu juga dengan 3 orang pengikutnya itu.
“KAU BERANI MENERIAKI AKU?”
“KENAPA TIDAK?”
Dia menatapku sangar. Aku membalasnya dengan cara yang sama. Tidak penting siapa dia, aku tidak boleh membiarkan dia menginjak-nginjak harga diriku dan juga Qian.
“Hyun Ae ahh!Cukup!Kita pergi saja dari sini!!Kajja!”Ujar Qian tergagap dan menarik lenganku bersamanya. Hye Jin Cs masih kelihatan tidak terima. Mereka sepertinya murka sekali dengan keberadaanku. Seeprtinya hari-hariku setelah ini akan makin berat. Sudah bisa di tebak, yeoja-yeoja ini pasti akan mengulitiku sampai aku mau menyerahkan saputangan berharga ini.
Tunggu?
Saputangan berharga?
Sejak kapan?
***
“Hyun Ae ahh!Kenapa kau bela-bela in banget mempertahankan itu saputangan? Kenapa kau berani menantang mereka?”
Aku menoleh ke arahnya. Qian seperti sedang menceramahi ku?
“Kenapa aku harus memberikan ini pada mereka?Ini bukan milik mereka”Sahutku tegas.
“Kau tau tidak mereka itu siapa?Kau benar-benar tidak mengenal Hye Jin eonni?”Tanya Qian memandangku begitu lekat. Tersirat juga rasa cemas di tatapan matanya.
“Anni!!Memang dia siapa?”
Qian mendesis pelan.”Kau benar-benar cari masalah!”
“’Mwo?”
“Aku harap setelah ini kehidupanmu akan baik-baik saja…Hye Jin eonni adalah anak dari Kim Dong Woon, Kepala Rektor di kampus kita, dia juga senior kita..kau harus jaga sikap kalau kau tidak mau mendapatkan masalah..”
Aku mencerna kata-kata Qian, sepertinya aku sudah bisa mengerti maksudnya. Ini sering terjadi di drama atau di film-film. Hye Jin Cs ibarat genk belagu yang sering membuat kekacauan di sekolah.
“Kau tau darimana?Kita kan baru satu hari kuliah di sini?”Tanyaku sedikit penasaran.
“Dari tetanggaku, dia juga senior di kampus ini. Dia pernah bilang padaku, katanya kalau kita mau berumur panjang kuliah di Universitas ini kita harus hati-hati dengan yeoja yang bernama Kim Hye Jin..apalagi kalau sudah menyangkut Donghae oppa, dia bilang kita harus bisa jaga sikap..”
Tubuhku sedikit menegang saat Qian menyebut nama ‘ Donghae’. Namja itu?
“Donghae oppa?”Tanyaku penuh telidik.
“Hmm..Donghae oppa, namja si pemilik saputangan itu!”Jawab Qian sambil mengangguk.
“Dia siapa?Namjachingu di nenek sihir itu ya?”Tanyaku lagi.
Entah kenapa aku jadi makin tertarik mengetahuinya.
“Nenek Sihir?”Qian mengerutkan keningnya.
“Anni!Maksudku Hye jin!”Ujarku sambil mengulum senyum. Qian juga tersenyum mendengarnya.
“Aa..kalau tetanggaku bilang sih, Donghae oppa bukan namjachingu si Hye Jin!Mereka tidak punya hubungan apa-apa, hanya si nenek sihir itu saja yang selalu mengejarnya…”Jelas Qian.
“Kureyo?Baguslah..”Sahutku sedikit lega.
“Kya!Apa maksudnya baguslah?”Qian tersenyum penuh telidik. Tatapannya menuntut jawaban lebih dariku.
“Anni..maksudku baguslah kalau namja seperti siapa itu..Donghae yahh..!Dia terlalu baik buat si nenek sihir itu..” Jawabku sedikit canggung.
“Hyun Ae ahh..jangan bilang kalau kauuuu..”Qian menyenggol-nyenggol lenganku.
“Anniyo..!!Qian ahh..Kenapa kau melihatku seperti itu..??”Ujarku salah tingkah.
“Kau suka Donghae oppa ya?”
“Mwo?..Anni…Aku tidak mengenalnya, mana mungkin bisa suka!”
“Tidak kenal?Tapi bisa punya saputangan dia?”Ujar Qian mulai terdengar menggodaku.
“Aiissh..kenapa kau jadi cerewet?Aku mendapatkan ini secara tidak sengaja kok..tidak ada yang special..”Sahutku makin salah tingkah.
“Jinjjayo..?”
“Ne..”
“Kureyo…”
Qian pasrah dan tidak menanyaiku macam-macam lagi, entah kenapa aku merasa canggung sendiri waktu Qian menanyai ku soal saputangan milik Donghae oppa itu, aku tidak tau ini perasaan apa yang jelas tiba-tiba saja aku merasa saputangan itu jadi terasa begitu penting untukku.
***
Mata Kuliah kedua baru saja berakhir, itu artinya kuliah untuk hari ini sudah cukup sampai di sini.
Ku langkahkan kakiku pelan menuju tempat parkir sepedaku, lebih tepatnya menuju pos satpam belakang. Kepalaku memutar ke sana-kemari. Tidak ada orang lewat sini ya?
Ku kulum senyumku dan ku lebarkan kedua tanganku untuk merenggangkan otot-otot.
“Akhirnya selesai juga..”
Lankahku tertahan. Pandanganku canggung ketika ku dapati sepedaku tidak berada di tempatnya. Aku diam sebentar kemudian memutar pandangan ke sekeliling. Hatiku berubah cemas tatkala aku tak menemukan satupun tempat di mana sepedaku berada.
Ku acak kasar rambutku sendiri. Ku hentak-hentakkan kakiku ke tanah pertanda frustasi.“Argghhhhhhh…kenapa lagi ini?”
“HYUN AE AHH!!!”
Aku menoleh ke arah suara itu. ku dapati Qian berlari menghampiriku. Nafasnya tersengal-sengal. Mukanya juga sedikit pucat.
“Hyun Ae ahh!”Sebut Qian pelan. Tangannya menggenggam lenganku, tapi dia kelihatan masih sibuk mengatur nafas.
“Waeyo Qian?”Tanyaku bingung.
“Hyun…I-t-uu..”
“Wae?”
“Apa kau sudah melihatnya?Di gerbang?Di gerbang depan kampus?”Ujarnya dan sukses membuatku makin bingung. Matanya cemas menatapku.
“Qian, tenang dulu!Atur nafasmu lalu beritahu aku apa yang terjadi?”Kali ini aku yang memegangi lengan Qian. Matanya terus menatapku. Tapi mulutnya seakan tertahan untuk mengatakan sesuatu.
“H-y-u-nn…”
“Qian ahh, kau mau mengatakan apa sebenarnya?”
“K-a-u lihat saja di gerbang sekarang!”
Aku berlari tanpa hambatan, rasanya kedua kakiku benar-benar lancar bergerak ke depan. Tentu saja ini karena rasa penasaran dan cemas bercampur aduk menjadi satu. Sepedaku tidak ada di tempatnya?Lalu Qian, dia tiba-tiba bersikap aneh?Aku jadi memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya.
Langkahku terhenti tepat di depan gerbang. Semua mata focus melihat ke arahku. Ku tarik nafas dalam-dalam. Dan ku telan ludah ku sendiri.
Sungguh!
Benar-benar BRENGSEK!
Pemandangan apa ini?
Mataku mulai berair. Emosi yang tersirat di darahku sekejap melunjak. Dadaku sampai sakit karena terlalu berusaha untuk menahannya.
Ku paksa kakiku agar bisa melangkah menuju gerbang walaupun terasa berat. Benar-benar di luar dugaan?Kenapa bisa seperti ini?Ulah siapa ini?
“KYA!Sepeda itu milikmu?Apa maksudmu meletakkannya di sana?”
“Mungkin dia takut sepedanya hilang!”
“Hah?Sepeda menyedihkan seperti itu siapa yang mau, pemulung barang bekas saja masih mikir pasti!”
“HAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAH!!!”
Ku telan emosiku. Dadaku semakin sesak mendengar komentar-komentar pedas soal sepedaku. Kakiku seakan terpaku di tempat.
“Maaf nona, apa sepeda itu milikmu?Bisakah kau mengambilnya?Jujur itu sangat menganggu!”
Kata-kata seorang satpam yang menghampiriku benar-benar menambah lengkapnya kemirisan hidupku. Jantungku seakan mau pecah menahan semua emosi yang bergemuruh di menggerogoti seluruh badanku.
Ini baru hari pertamaku masuk kuliah, kenapa sudah sesakit ini?Beginikah cara orang kaya memperlakukan mahasiswa miskin sepertiku?
Ku paksa lagi kakiku untuk melangkah. Ku yakinkan diriku agar aku tidak terlihat lemah di mata mereka. Walaupun air mata yang jatuh tidak bisa ku tutupi. Paling tidak aku masih bisa menahan emosi agar tidak terpancing pertikaian dengan mereka. Aku tidak akan membiarkan diriku menjadi bahan tertawaan yang lemah. Walaupun hatiku sekarang sungguh teramat sakit mendengar cibiran-cibiran mengerikan dari mereka, aku harus tetap meyakinkan diriku agar bisa terlihat kuat.
Ku hampiriku sepedaku yang begitu kasihan itu. nasibnya benar-benar miris, sama seperti pemiliknya. Siapa yang tega mengikatnya di pintu gerbang seperti ini?
“Hyun Ae ahh!Gwaenchana?”
Qian menghampiriku dengan cemas. Aku hanya diam karena masih sesak menahan emosi. Qian menatapku mengerti, perlahan dia mulai membantuku melepas ikatan kuat yang melengket di tulang sepedaku. Rasa muakku makin nyata tatkala ku lihat sebuah kertas yang tertempel di keranjang sepedaku–JANGAN SENTUH BARANG INI!!!LANGKA!!!–.Air mataku semakin sukses jatuh ke tanah. sebenarnya siapa orang yang begitu tega memperlakukanku seperti ini?
Setelah berhasil melepas sepedaku dari gerbang. Ku benarkan posisinya, ku perhatikan dengan seksama ke adaannya. Sepedaku masih normal atau ada sesuatu di bagian tubuhnya yang rusak?
“Bagaimana?Sepedamu tidak rusak kan?”Tanya Qian ikut cemas.
“Gwaenchana..”Jawabku pelan.
Para penikmat penderitaanku itu mulai bubar secara perlahan. Mungkin karena mereka mulai merasa bosan saat aku sama sekali tidak merespon ocehan mereka. Aku malas sekali menolehkan pandangan ke arah mereka.
“Siapa sih orang yang tega ngelakuin ini Hyun?”
“Gwaenchana Qian ahh!Yang penting sepedaku baik-baik saja!
Di depan Qian aku berpura-pura tegar. Aku hanya tak ingin membuatnya jadi ikut mengkhwatirkan aku.
“Kau benar-benar tidak apa-apa?”Qian memastikan sekali lagi. matanya berkaca-kaca memandangku.
“Kau benar-benar bisa pulang dengan keadaan seperti ini?”Lanjutnya lagi sudah mulai cerewet seperti ibu-ibu.
“Qian!Aku benar-benar baik-baik saja!Kita pulang saja sekarang!”Tegasku dan berhasil membuat Qian mengangguk setuju.
“Aa chakkamanyo!”Qian menahan lenganku.
“Wae?”
“Mau ku antar pulang tidak?Aku bawa mobil!Soal sepedamu kita bisa menaruhnya di bagasi belakang!”Tawarnya lembut.
Aku tersenyum ke arahnya. Aku tau dia menkhawatirkan aku. Dia benar-benar teman baru yang baik.
“Anniyo!Gwaenchana Qian ahh, aku bisa pulang sendiri!Gomawo..kau sudah mengkhawatirkan aku!”
“Kureyo?”Tanya nya pelan dan kurang semangat.
“Hmm..”
***
Sambil berjalan pelan aku menggiring sepedaku. Emosi yang sedari tadi aku tahan akhirnya keluar juga!Air mataku yang deras mengalir sudah mewakilinya. Sepanjang perjalanan aku hanya bisa menangis dan menangis. Pikiranku mulai kacau, dan mulai menebak-nebak lagi. siapakah orang yang sudah melakukan hal mengerikan ini padaku?
Pandangan orang-orang yang lalu-lalang mulai memperhatikan aku. Tentu saja mereka bingung!Kenapa ada yeoja sepertiku?Menangis tersedu-sedu di tengah jalan?
“Apa mungkin semua ini ulah namja jelek itu?”
Entah kenapa aku jadi kepikiran manusia yang satu itu. sedari kecil sampai sekarang hanya dia yang selalu tega mengusik kehidupanku.
“Aiisshh..aku gak boleh lemah!Aku harus tegar!Bisa jadi ini cuman awal..SEMANGAT PARK HYUN AE!!HWAITING!!!”
Ku kumpulkan kembali seluruh semangatku. Ku naiki sepedaku dan ku kayuh pelan menuju rumah.
“Eomma..aku pulang!”Sapaku pelan.
“Kau sudah pulang?Eotteokke?”Tanya eomma tiba-tiba datang dari arah dapur.
“Apanya eomma?”
“Bagaimana kuliahmu..?”Eomma memandang serius ke arahku. Aku tertegun sebentar menatapnya.
“Semuanya baik eomma..”Jawabku berbohong.
“Aa..kureyo..baguslah..”Sahutnya kemudian tersenyum senang. Aku lega melihatnya. Eomma..mianhae..aku sudah berbohong!Tapi aku janji aku akan baik-baik saja..
“Ganti dulu pakaianmu!kalau kau mau makan eomma sudah memasak Bibimbap kesukaanmu!”Ujarnya masih terdengar bahagia.
“Ne eomma..”Jawabku pelan kemudian melangkahkan kakiku menuju kamar.
Saat di dalam kamar aku duduk sebentar dan berpikir sesuatu. Semua ini berkaitan dengan kejadian di kampus tadi. Aku masih saja kepikiran siapa pelaku yang tega berbuat seperti itu?
“Apa mungkin namja belagu itu yang melakukan ini?”
Di otakku memang sudah bersemayam satu orang tersangka..Tapi aku tidak mau buru-buru menuduhnya tanpa bukti. Kalau itu semua tidak benar bagaimana?Namja jelek itu bisa membunuhku saat itu juga!
(Titttt Titttttt)
Lagi-lagi suara klakson mobil itu yang membuyarkan pikiranku, aku kembali menghampiri jendela dan mengintip keluar. Mataku menyipit frustasi ketika ku lihat seorang yeoja sexy turun dari mobil sport si namja jelek itu. yang lebih membuatku muak, Kyuhyun si playboy cap kura-kura itu dengan mesranya merangkul pinggang si yeoja sexy. Aissh, melihatnya membuatku mau muntah saja. Lagaknya tetap saja sok ganteng!
“Siapa lagi yeoja yang dia bawa. Hah?Jinjja~Dia benar-benar sok laku!Apa sih bagusnya makhluk sombong seperti itu!”
Untuk ke sekian kalinya gorden di kamarku menjadi korban, setiap kali aku muak melihat namja itu. gorden ini selalu jadi pelampiasan. Kalau tidak ku remas kasar pasti ku sibak kasar.^^
Ku alihkan pandanganku dan ku buang jauh-jauh bayangan namja dan yeoja itu dari pikiranku. Dari pada erepot memikirkan mereka, lebih baik aku memikirkan cacing-cacing di perutku. Sepertinya itu jauh lebih berharga.
“Eomma..appa kapan pulang dari rumah halmeoni?”Tanyaku sambil melahap santai makananku.
“Katanya besok..”Jawab eomma santai.
“Aa kureyo?Baguslah!aku sudah merindukan appa..”
“Ne.. appa juga bilang dia merindukanmu..”
“Jinjjayo?”
“Hmm…kamu kan anak appa satu-satunya!”
Aku tersenyum bahagia. Aku senang eomma bilang appa merindukanku, sudah 3 hari ini appa pergi ke rumah halmeoni untuk menemani halmeoni yang sedang sakit. Halmeoni memang tinggal sendiri di desa makanya saat dia sakit appa harus pulang menemani halmeoni.
***
Pagi ini dengan membawa seluruh semangat ku putuskan tetap berangkat ke kampus. Sebenarnya tak bisa di pungkiri ada kecemasan yang mendalam menginjakkan kakiku di tempat itu semenjak kejadian kemaren. Tapi aku tidak boleh lemah di mata mereka, aku tidak mau menjadi tameng yang hanya karena di tindas sekali langsung tak ada nyali menampakkan muka di sana. Aku tidak melakukan kesalahan maka aku tidak akan menyerah. Mereka tidak akan bisa menjadikan aku bahan lelucon lagi. orang-orang kaya itu akan mengenalku sebagai orang miskin yang tegar.
“EOMMAA!Aku pergi..”Teriakku berpamitan.
“Hyunnie ahh..Kau tidak membawa sepedamu?”Balas eomma tak kalah berteriak. Aku diam sebentar di depan pintu. Mungkin eomma melihat sepedaku masih terparkir di pekarangan belakang.
“Anniyo eomma!Hari ini aku malas naik sepeda!Aku naik bis saja..”Jawabku beralasan.
“Kureyo?Baiklah..hati-hati di jalan Hyunnie ahh”
“Ne eomma..aku pergi!”Pamitku lagi.
Saat sampai di depan rumah, langkahku berhenti sebentar. Ku tarik nafas dalam-dalam untuk mengumpulkan seluruh energi.
“Park Hyun Ae!Hwaiting!!!”
Aku duduk santai di halte dan menunggu bis datang bersama penumpang lainnya. Tak selang lima menit bis yang di tunggu datang juga. Kami semua berebut masuk ke dalam sana. Dengan susah payah(?) aku berhasil menginjakkan kaki di dalamdan bergabung bersama penumpang lain. Aku agak kaget dan sedikit terperangah ketika melihat di dalam sana sudah di penuhi penumpang. Aku terpaksa berdesakan dengan penumpang lain yang di dominasi oleh para namja itu. saking berdesakannya badanku yang kecil sampai terhimpit-himpit. Aku berusaha keras agar namja -namja besar dan agak bau itu tidak menyentuh bagian tubuhku yang terbilang sensitif.
“KYA!Bisakah kau tidak mendorongku terus?”Jeritku nyaring pada seorang namja di sampingku. Dari awal tadi kerjaannya hanya menyenggol-nyenggol tubuhku.
“KYA!Siapa yang mendorongmu?Kau tidak lihat yang lain juga begitu?Kalau tidak mau seperti ini jangan naik bis?”Tegasnya nyaring dan kasar. Dia memandang garang ke arahku.
Saat terus menatapnya, jalan bis agak bergoyang dan dalam sekejap membuatku tak seimbang.”Aa!”
Tapi tiba-tiba entah datang dari arah mana, ada tangan seorang namja yang menarik lenganku hingga aku tidak jadi terjatuh. Aku takjub sampai orang itu berhasil menarikku ke tempat duduknya. Dia bertukar tempat denganku. Sekarang dia yang berdiri dengan santai di samping tempat duduk itu.
Tubuhku menegang ketika mengenali namja itu. Mataku membulat dan menatapnya tak percaya.
Dia?
Ini benar namja itu ?
“Donghae oppa..”Sebutku pelan.
Dia menoleh dan menatapku datar. Matanya begitu teduh, itu yang aku lihat dari tatapannya.
“Gwaenchana..Kau duduk saja!Itu akan aman buatmu!”
Sepanjang perjalanan aku hanya diam memperhatikannya. Dia tidak melihat ke arahku lagi, tapi aku sendiri merasa nyaman menatapnya. Entah kenapa sosoknya tiba-tiba membuatku merasa nyaman. Walaupun semua ekspresi yang dia tampakkan setiap kali bertemu denganku sangat sulit di artikan, aku menyukainya.
Bis berhenti tepat di halte kawasan kampus. Donghae oppa turun duluan tanpa menghiraukan aku. Dengan tergesa-gesa aku cepat menyusulnya untuk mengatakan sesuatu.
“Donghae oppa!”Teriakku memanggilnya.
Dia menoleh, aku gugup seketika. Serba salah mendekatinya.
“Nde?”Dia tetap menatap datar ke arahku.
“Gomawo..jeongmal gomawo!”Ujarku sambil membungkukkan badan di depannya.
“Gomawo..jeongmal gomawo…”Ucapku sambil membungkukkan badanku kilat di depannya.
Dahinya mengerut.”Untuk apa?”
“Tadi kau menolongku oppa, waktu di bis kau..”
“Masalah itu?”Potongnya.
Dia tersenyum lembut. Jantungku berdetak tak karuan melihatnya. Tubuhku mematung, ini pertama kalinya aku melihatnya tersenyum. Dia..sangat tampan!Entah perasaan apa ini?Tapi aku rasa lama-lama seeprti ini aku bisa pingsan.
“Aku menolongmu karena kau satu-satunya yeoja yang tidak punya tempat duduk, akan keterlaluan kalau aku membiarkanmu berdesakan dengan para namja itu..”
“Mwo?”
Aku kesulitan mencerna kata-katanya.
Sesaat kemudian dia kembali diam dan membalikkan tubuhnya beranjak pergi meninggalkan aku. Aku terkesiap dan mulai sadar. Aku mulai mencemaskan sesuatu. Jangan-jangan Donghae oppa salah paham dengan maksudku?
Saat menelusuri koridor kampus, aku muali menarik nafas dalam-dalam. Seperti bayanganku para mahasiswa itu akan mulai mencemooh aku lagi dan menatapku remeh. Ku eratkan genggaman tanganku pada tali tas yang menggantung di salah satu bahuku, agar aku kuat menghadapi tatapan mereka.
Acuhkan saja!
“Hyun Ae ahh!!”
“Qian?Annyeonggg!”Sapaku.
“Hyun Ae ahh, kau dan Donghae oppa berangkat sama-sama?”Tanyanya membuatku bingung.
“Mwo?”
Kaki kami melangkah bersamaan. Menyusuri koridor mengerikan itu. aku semakin semangat mengacuhkan mata-mata tajam itu karena qian sama denganku, dia tidak terlihat risih dengan itu semua.
“Aku melihat kau dan Donghae oppa turun dari bis yang sama?”Tegasnya menunjuk mukaku.
Ku telan ludahku.”Aa?Aniyo!Kami hanya tidak sengaja bertemu di bis yang sama”Elakku salah tingkah.
“Jinjja?Wahh..begitu banyak ketidaksengajaan yang menghampiri kalian, jangan-jangan..kalian JODOH?”Sahut Qian menggodaku, dia menyenggol lenganku dengan lengannya kemudian terus menatapku dengan tajam.
“Kau bicara apa?Jangan mengada-ngada, aracthi?”
Qian mengulum senyum liciknya.”Tidak mengada-ngada, hanya bicara berdasarkan fakta!”
“Aisshh, udahlah!Kau mulai bicara aneh!”Ujarku santai kemudian pergi meninggalkan Qian. Sebenarnya aku masih canggung saat Qian mengatakan hal seperti itu padaku. Terselip harapan kalau yang di katakan Qian itu adalah benar. Aku dan Donghae oppa ‘JODOH’
OMO!Pikiran ini berhasil membuatku sulit berhenti tersenyum.
Naas mulai muncul, raut senyum pun berubah suram seketika. Saat aku mau melangkahkan kakiku memasuki kelas. Makhluk yang tak asing bagiku melangkah bersamaan denganku.
Aku menatapnya sinis, dia juga membalas dengan hal yang sama.
“Kenapa melihatku terus?”Serangnya masih sok ganteng.
HOEKK!!Siapa yang senang melihatnya?
“Aiissh, siapa yang melihatmu hah?Pede mampus!Minggir!”Elakku kemudian melewati tubuhnya secara kasar.
“KYA!YEOJA KURCACI!!!”Teriaknya lantang.
Aku menoleh frustasi ke arahnya. Ku mantapkan langkahku menghampirinya.
“KYA!!!”Balasku sambil mendorong keningnya.
Matanya melotot hampir keluar.
“KAU?”
“Kenapa sih kau senang sekali mengusik ketentramanku?YEOJA KURCACI?Siapa yang kau sebut yeoja kurcaci hah?Asal kau tau, aku tidak sependek makhluk itu, aku masih jauh lebih tinggi di banding makhluk yang kau maksud itu!ARASSO??”Lanjutku menekankan nada suaraku.
Dia tersenyum remeh.”Hah?Sekali kurcaci tetap kurcaci!Tidak usah sok TINGGI!”Balasnya tak mau kalah.
“AAAAAAAAAA!AKU MEMBENCIMU CHO KYUHYUN!!!”Jeritku frustasi.
“Kau pikir aku tidak membencimu?Aku bahkan muak melihat makhluk halus sepertimu berkeliaran di sekitar kehidupanku?”
“CHO KYUHYUN!!!Kalau kau tidak mau melihatku, kau bisa pergi dari hidupku!Aku juga malas dan tidak sudi TETANGGAAN DENGANMU!!”
Semua mata memperhatikan kami. Mereka seperti senang mendapat tontonan segar di pagi hari.
“KYA!Kau tidak sadar?Seharusnya aku yang bicara seperti itu..bawa aja sana!Rumahmu yang segede rumah siput itu pergi dari pekarangan rumahku, itu benar-benar merusak pemandangan!Yeoja miskin belagu!”
“KYA!Status sosialku memang lebih miskin darimu, tapi asal kau tau!Omonganmu barusan membuktikan kalau otakku jauh lebih kaya dari otakmu yang gedenya cuman setara dengan kacang ijo(?), aku jadi curiga!Jangan-jangan yang kemaren bertindak sadis dengan sepedaku itu kau, itu pasti ulanmu kan?”Tuduhku mantap.
“Banyak omong sekali kau?Apa maksudnya?Soal sepedamu itu sama sekali tak ada hubungannya denganku, ngapain aku merepotkan diri mengurus sepedanmu yang seharusnya sudah di museum kan itu!”Balasnya tak kalah mantap.
“Kalau bukan kau siapa lagi orang yang begitu membenciku?Lagipula aku tidak melihatmu pas mata kuliah kedua..kau sedang menjalankan rencana busukmu itu, IYA KAN?”Tuduhku makin tak jelas.
“KYA!Omonganmu bener-bener gak penting!SEENAKMU SAJA MENUDUHKU?”Dia makin geram dan tak rela menatapku. Emosiku makin meledak-ledak saat melihatnya mengelak.
Nafasku dan nafasnya sama tak beraturan. Matanya dan mataku menyipit bersamaan.
“Kyuhyun sshi!Sedang apa kau di sini?”
Tiba-tiba saja ada seorang yeoja datang menghampiri kami, dengan mudahnya dia langsung bergelayutan mesra di lengan Kyuhyun. Aiish!MENJIJIKKAN!
“Siapa yeoja ini chagi~ya?”Tanyanya lagi. dia menatapku tak suka.
Hah?Aku memandangnya tajam. Benar-benar yeoja genit, tidak ada kerjaan yang lebih berharga apa selain mengagumi sosok mengerikan itu.
“Bukan siapa-siapa..hanya makhluk tak penting!”Jawab Kyuhyun membuat emosiku seketika ingin memuncak.
“KYA!!”
“Chagi~ya..kau tidak usah mengurus makhluk kumuh ini ya!Kita pergi saja, Lee seonsangniem masih ada rapat..kita masih ada waktu untuk bersenang-senang!KAJJA~”Ajaknya ganjen sambil menarik-narik lengan Kyuhyun.
Ku perhatikan sinis yeoja itu dari ujung rambut sampai ujung kepala. Hah?Apa lagi ini?Yeoja nya beda lagi?Dasar CHO KYUHYUN sok laku!!!
Kyuhyun masih tajam memandangku. Di lihat dari mukanya, unek-uneknya belum keluar semua sepertinya.
“Kajja~Kita pergi!”Yeoja itu menarik paksa lengan Kyuhyun, dia sempat mengibaskan rambutnya saat melewati aku.
ASTAGA!Aku ingin sekali menarik rambutnya!MENYEBALKAN!
“Kau pasti akan menyesal sudah menuduhku?”Ujar Kyuhyun kembali membalikkan tubuhnya ke arahku. Dia menunjuk persis ke arah mukaku. Ku kepalkan tanganku dan ingin ku layangkan ke arahnya, namun percuma!Dia malah berbalik arah lagi dan pergi begitu saja dengan yeoja ganjen itu.
“Hyun Ae ahh!”Qian datang tiba-tiba, sambil melipat tangannya di dada dia menatap aneh ke arahku. Seperti menelidik sesuatu yang tidak dia ketahui.
Aku mendelik kesal. Qian?Ke mana saja manusia ini?
“Hyun!Kau dan Kyuhyun tetanggaan?”Tanyanya penasaran.
“Kau ke mana saja?”Jawabku balik tanya.
Qian nyengir kuda.”Mianhae..habisnya aku takjub liat kalian berdua..SERU BANGETZ!Kayak TOM and JERRY!Hahahahahahahaha”
“Aiisshh..KAU?”Aku semakin kesal menatapnya, ku tinggalkan Qian keluar kelas saat itu juga.
“Kya..Hyun Ae ahh!Kau mau ke mana?”Kau marah?”Panggil Qian sambil mengejarku.
***
Selesai kuliah aku kembali menunggu bis di halte depan kampus. Awalnya aku masih merasa santai menunggu bersama penumpang lain. Tapi dalam sekejap kesantaian ku berubah tegang saat kulihat Donghae oppa sedang menuju halte bis yang sama denganku. Jantungku seperti mau jatuh saat ku sadari dia juga melihat ke arahku. Aku serba salah di tempat.
Dia berhenti tepat di sampingku. Aku melirik ke arahnya, ekspresinya masih sama, datar dan teduh. Otakku memikirkan sesuatu, apa dia selalu bersikap seperti ini dengan semua orang?
“Oppaaa!!”
Mataku membulat melihat seorang yeoja berlari menghampiri Donghae oppa. Dia melirik sinis ke arahku. Aku menatapnya santai. Hah? Kim Hye Jin?Mau apa dia?
“Oppa..kau pulang denganku saja?Otte?”Tawarnya manja sambil melingkarkan lengannya di lengan Donghae oppa. Tubuhku serasa panas melihatnya.
“Gomawo..tapi aku pulang naik bis saja”Sahut Donghae oppa dingin, dan melepaskan lingkaran tangan Hye Jin.
Aku mengulum senyum, menahan tawa!Mampus kau nenek SIHIR!
“Tapi oppa..bis kan panas, desak-desakan lagi!Lebih baik ikut denganku saja, rumah kita kan searah?”Rengeknya makin genit.
Donghae oppa diam tidak menjawab rengekan Hye Jin. Aku ingin sekali menari penuh kemenangan. Hye Jin mendelik kesal ke arahku.
Tak lama bis datang, semua penumpang berhamburan masuk bis. Aku terkesiap seketika.”Kajja!”Entah ada angin apa Donghae oppa tiba-tiba menarik tanganku dan membawaku naik bis sama-sama. Aku bengong sambil mengikuti langkahnya.
“OPPA!!!”Teriak Hye Jin terdengar frustasi. Sepertinya setelah ini hidupku makin sulit.
***
“Mianhae…”Ujar Donghae oppa sambil cepat melepaskan genggaman tangannya.
“gwaenchanayo oppa..”Sahutku canggung. Aku tak berani melihatnya. Ku buang pandanganku ke arah yang berlawanan dengannya.
Aku benar-benar tak percaya!Bisa kah kau bayangkan hati ku sekarang? Sungguh pikiranku berkecamuk tak menentu. Aku dan Donghae oppa duduk bersebelahan, makin lama jantungku makin cepat berdetak, membuat nafasku seketika sesak. OMO!Ya Tuhan…tolong aku sekarang!Jangan sampai dia menyadari kegelisahanku?Aku bisa pingsan karena malu.
“Rumahmu di mana?”Tanyanya memecah kebisuan. Aku baru sadar sedari tadi aku dan dia saling bungkam.
“Daerah sangju oppa..sebentar lagi sampai..”Jawabku pelan.
“Aa?..kureyo..”Sahutnya kemudian mengembalikan pandangannya kembali keluar kaca.. Entah dia sadar atau tidak aku selalu melirik ke arahnya.
Bis berhenti melaju. Ku lirik ke arah luar. Aku sudah sampai di halte bis daerah Sangju.
“Kau turun di sini?”Tanyanya santai.
“Ne oppa!”Sahutku pelan.
Dia mengangguk mengerti. Dia menyampingkan kakinya memberiku jalan. Aku melewatinya dengan sopan. OMO!Jantungku mau jatuh saat melewati tubuhnya. Wangi~~~
Ku tatap bis itu masih dengan lekat. Aku mengharapkan sesuatu, saat bis berjalan Donghae oppa menatapku atau bahkan melambaikan tangannya ke arahku?Hahaha!
Itu tidak terjadi, bis melaju begitu saja!
Ku kulum senyumku, Entah kenapa sejak kejadian tadi bibirku tak mau berhenti menyungging bahagia. Apa kejadian bersama Donghae oppa tadi begitu berkesan?
“KYA!YEOJA MISKIN!”
Tubuhku menegang. Yeoja miskin?Sejak kapan suara namja jelek itu menyerupai wanita?
Ku palingkan tubuhku cepat. Ku hela nafasku setelah melihat orang itu. Bukan rupanya?Tapi mau apa lagi yeoja ini?
“KYA!Kau tak punya telinga?Aku sudah bilang kan, jangan pernah mendekati Donghae oppa!Sepertinya kau masih belum paham ya?Donghae oppa itu milikku, HANYA AKU!!!”Ujarnya bertubi-tubi.
“Aku tidak mengerti maksudmu?”
“Tidak usah belaga bego!Untuk apa kau pulang bareng dengannya?Gak usah genit ya sama dia!”Tudunya lagi makin sinis memandangku.
“Aku tidak pulang bareng! kami hanya kebetulan saja bertemu di halte yang sama..”Jelasku santai. Tapi tidak santai bagi Hye Jin. Dia semakin tajam memandangku.
“Hah?Kau pikir aku percaya?Kau juga menyukainya kan?”
“Aku suka atau tidak itu bukan urusanmu!”
“INGAT!Kau akan menyesal kalau berani melawanku!Semalam baru sepedamu yang ku jadikan pajangan!Jangan sampai kau membuatku muak dan memajangmu di tempat yang sama!”Ancamnya sinis dan berhasil membuatku membelalak seketika.
Jadi?Dia orangnya?
Yeoja ini tiba-tiba saja membuat ku merasa malu dan seperti menginjak harga diri sendiri. Gara-gara ulahnya aku jadi menuduh namja jelek itu?Aiish!
“Jadi kau orang nya?”
Dia tersenyum menang.”Itu hanya awal!Kalau kau tidak mendengarkan kata-kataku..aku akan melakukan hal yang lebih parah dari hal itu!CAM KAN ITU!!”Ancamnya lagi kemudian meninggalkan aku yang masih menahan emosi.
Dengan cepat dia melaju dengan mobilnya. “KYA!!!”
Ku hela nafas beratku. Kenyataan pahit!SIAL!Jadi benar bukan namja jelek itu pelakunya?
Arrggghh. Yeoja itu mau membuatku GILA?
“Aku perlu minta maaf tidak ya?”Gumamku frustasi.
Aisshh!Andwae!Andwae!Harga diriku bisa melayang begitu saja kalau aku meminta maaf?Aku bisa tak punya muka hidup lagi!
Ku kepalkan kedua tanganku. Ku yakinkan diriku, anggap saja aku tidak pernah menuduhnya?YA!Seorang Cho Kyuhyun memang pantas mendapatkan perlakuan seperti itu.
Ku teruskan langkahku mantap menuju rumah. Saat tepat di depannya, aku merasa lesu tiba-tiba. Hanya bisa tertunduk menulusri pekarangan kecil di depan rumahku.
Tittttttt Tiitttt Titttttt!!!
Suara klakson itu?
Aku menoleh cepat ke arahnya. Mukaku mengecut melihatnya turun dari mobil. Aiish!Orang itu yang sudah aku tuduh?
Ya Tuhan..kenapa kau menciptakan hatiku terlalu baik?Berbuat salah dengan namja buruk seperti itu, aku masih bisa merasa tidak nyaman!Seharusnya aku bisa tidak terlalu mempermasalahkannya.
Kalau terus seperti ini, harga diriku yang menjadi taruhan!
“KYA!Cho Kyuhyun!”Panggilku lantang. Langkahku mengejang ketika menghampirinya.
Dia menoleh ke arahku dan agak terkesiap. Aku semakin berani menghampirinya.
“Kau?Ngapain ke sini?Nanti tanaman di rumahku bisa rumak kemasukan hama sepertimu”Ujarnya kasar. Aku menarik nafasku dalam-dalam untuk menahan emosi, mendengar kata-katanya aku ingin sekali meremas mulutnya. Tanganku benar-benar gatal. Seeprtinya keputusanku melangkahkan kaki ke sini benar-benar salah.
“Aku tidak ada mood untuk perang denganmu!”Jawabku datar dan seikit terpaksa.
“Lalu untuk apa ke sini?”Tanyanya sinis.
“Semalam aku menuduhmu yang tidak-tidak!MIAN!”
Hoekkk!Akhir-akhirnya kata-kata sulit itu keluar juga dari mulutku. Semoga saja aku tidak muntah setelah ini.
“Mwo?Kau bicara apa?”Sahutnya bingung.
Aiish!Dia ini sengaja ya?
“Aku bilang aku minta maaf!Kalau kau tidak mendengarnya, itu salahmu sendiri!”Ujarku cepat kemudian membalikkan tubuhku membelakanginya. Ku getok pelan kepalaku sendiri. Sungguh SIAL!
Kyuhyun terdiam di tempatnya. Dia bengong?
Tentu saja!aku minta maaf itu bukan hal yang lumrah baginya!
Aku tak mau berlama-lama di sini. Tubuhku bisa menyusut kalau dia tiba-tiba menertawakanku. Aku melangkah cepat menuju rumah tanpa berani menoleh ke arahnya lagi.

~Hyun Ae POV end~

#TBC#
Annyeong…*Joget Kepret Dance*
Ada yang suka ff nya gak? Sebenarnya ff ini udah pernah aku post di fb aku, cuman berbeda versi..maksudnya beda versi kata, dan ada sedikit alur yang berubah.^^
FF ini ff biasa kok. Cerita kayak gini sering terjadi di kalangan penikmat drama dan semacamnya, tapi tak ada salahnya kan kalau di bikin ff. jadi kalau ada kesamaan cerita atau tempat(Udah kayak FTV) harap di maklumi.
Just 4Fun.(Banyak omong nih author)
OKELAH!!Segitu aja sambutannya!Bakal ku lanjutin kalau responnya bagus, tapi kalau responnya lebih dikit dari respon di fb aku. FF nya gak lanjut!(Author cerewet) :P
Gomawooo…salam hangat buat penikmat FF!Mmuuuaaacchhhhh..(Readers muntah)
BABY GOODBYE!!GOOD…BYE!!*ngibasin tangan ala Miss A*

Hello world!

Posted: Oktober 19, 2011 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.